FREE DOWNLOAD APLIKASI JAVA, ISLAMI, BERITA TERBARU & KUMPULAN MOTIVASI

FREE DOWNLOAD APLIKASI JAVA, ISLAMI, BERITA TERBARU & KUMPULAN MOTIVASI

Senin, 13 Agustus 2012

Intisari Kandungan Surat Al-Haqqah Ayat 38-43

Intisari Kandungan Surat Al-Haqqah Ayat 38-43


Jakarta - Yang diuraikan oleh ayat-ayat yang lalu berkaitan dengan banyak hal yang belum nampak di alam nyata. Di sisi lain, uraian tersebut tercantum berkali-kali dalam Alquran. Karena itu, ayat-ayat berikut menegaskan tentang kebenaran Alquran dengan bersumpah bagaikan menyatakan bahwa kaum musyrik menolak keniscayaan Kiamat dan kebenaran Alquran, maka Aku (Allah swt.) tidak bersumpah dengan apa yang kamu lihat [38] dan dengan apa yang tidak kamu lihat dari ciptaan-ciptaan- Ku [39].

Sungguh Alquran ini benar-benar adalah penyampaian wahyu Allah swt oleh Rasul, yakni Nabi Muhammad saw atau malaikat Jibril as yang sifatnya mulia, yakni sempurna kepribadiannya dalam segala aspek [40] dan bukanlah Alquran yang disampaikannya itu perkataan seorang penyair, yakni yang menimbang kata-kata untuk memperindahnya tanpa banyak menghiraukan kandungannya, benar atau salah. Sedikit sekali kamu beriman/percaya kepadanya dengan kepercayaan yang sedikit kadar atau waktunya [41]. Bukan pula Alquran itu mantra tukang tenung, yakni yang sering kali mengelabui masyarakat dan berucap kalimat-kalimat yang tidak jelas. Sedikit sekali kamu merenung untuk memahami perbedaan antara keduanya dan mengambil pelajaran darinya [42]. Alquran adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan Pemelihara seluruh alam, yakni Allah swt. menurunkannya dalam rangka pemeliharaan-Nya terhadap alam raya [43].

Intisari Kandungan Surah Al-Haqqah Ayat 44-52

Seandainya Alquran bukan bersumber dari Tuhan pemelihara seluruh alam, tentulah manusia dapat menyusun semacamnya atau Nabi Muhammad saw dapat membuat yang serupa dengannya, dan menurut ayat 44 seandainya, dan ini hanya perandaian yang tidak mungkin terjadi sebagaimana dipahami dari kata 'lau' oleh ayat 44: seandainya Nabi Muhammad saw mengada-adakan atas nama Kami/Allah swt sebagian perkataan saja yang tidak Kami/Allah swt firmankan atau tidak Kami izinkan kepadanya untuk disampaikan [44] niscaya benar-benar Kami menyiksanya dengan tangan kanan, yakni dengan sangat kuat [45].

Kemudian yang lebih ngeri lagi adalah Kami benar-benar pasti akan memotong urat tali jantungnya, yakni dia tidak akan bertahan hidup sekejap pun [46]. Jika Kami menindaknya, maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kamu, wahai manusia yang dapat menjadi penghalang-penghalang bagi Kami melakukan tindakan serta pemotongan urat nadi itu [47].

Setelah menegaskan tentang sumber Alquran dan bahwa Nabi Muhammad saw sama sekali tidak memunyai peranan, kecuali menyampaikan dan menjelaskan kandungannya, maka ayat di atas menyebutkan fungsi kitab suci serta tanggapan manusia terhadapnya. Ayat 48 menyatakan: Sungguh Alquran benar-benar pelajaran yang sangat berharga bagi orang-orang bertakwa, yakni karena mereka menyadari sumbernya serta mengamalkan tuntunannya [48], dan sungguh Kami/Allah swt Yang Mahakuasa benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu, wahai manusia ada pengingkar-pengingkarnya, sebagaimana ada juga yang tulus membenarkannya [49].

Dan sungguh Alquran benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir, yakni khususnya di akhirat nanti setelah mereka melihat ganjaran yang diperoleh orang-orang bertakwa sedangkan orang-orang kafir itu mengalami azab yang amat pedih [50], dan sungguh dia, yakni Alquran atau azab dan ganjaran yang akan diperoleh di akhirat nanti benar-benar Haq al-Yaqin, yakni kebenaran yang meyakinkan tanpa sedikit keraguan pun [51]. Karena itu, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhan Pemeliharamu Yang Mahaagung [52].

Awal surah ini berbicara tentang Hari Kiamat dan penolakan kaum musyrik tentang keniscayaannya. Mereka tidak memercayai informasi Alquran tentang hal itu. Karena itu, sekian banyak bukti dipaparkan oleh surah ini dan sekian banyak pula dalih mereka menyangkut penolakan Alquran sebagai firman-Nya yang dipatahkan. Setelah itu semua, maka tidak ada lagi yang wajar dilakukan kecuali menyucikan-Nya dari kepercayaan itu sambil mengagungkan nama-Nya. Demikian bertemu akhir uraian surah ini dengan awalnya.

Wa Allah A‘lam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar